Pengawas Kreatif, ciptakan Metode KANGJO dan BATU AKIK, Bantu Guru membuat Karya Tulis
Pendidikan di Kabupaten Barito Timur

By JUMAKIR, S Pd., MM 30 Apr 2021, 22:10:33 WIB Barito Timur
Pengawas Kreatif, ciptakan Metode KANGJO dan BATU AKIK, Bantu Guru membuat Karya Tulis

Gambar : Jumakir Joutomo (Doc. www.borneonews.co.id)


KANGJO.NET, Tamiang Layang. KANGJO dan BATU AKIK merupakan nama metode yang diciptakan Jumakir Joutomo, untuk memudahkan guru melakukan penelitian tindakan kelas atau PTK dan membuat karya tulis ilmiah atau KTI.

Metode tersebut masing-masing menjadi peraih penghargaan terbaik pada lomba KTI di Jakarta tahun 2014 dan nominasi 10 besar pada lomba KTI tahun 2016. Kedua metode ini digunakan Jumakir dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas sekolah maupun memberikan pelatihan KTI.

Pria yang menjabat sebagai pengawas SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur ini menerangkan bahwa KTI menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat guru dari III/b ke III/c.

"Banyak guru yang resah saat mau naik pangkat, mereka terkendala persyaratannya harus menulis KTI, sementara mereka masing banyak yang asing dengan hal tersebut," kata Jumakir, Jumat, 23 April 2021.

"Metode KANGJO dan BATU AKIK adalah tahapan pembimbingan yang saya ciptakan sendiri sekaligus saya bikin menjadi buku dengan judul yang sama untuk memudahkan guru membuat KTI," lanjutnya.

Dia menambahkan, KANGJO dan BATU AKIK merupakan akronim dari metode yang diciptakannya.

"K artinya Kumpulkan masalah. Setiap guru sebelum menulis PTK harus tahu dulu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran," papar Jumakir.

Sedangkan A merupakan singkatan Analisa masalah, dengan mengetahui masalah maka guru dibimbing untuk mencari solusinya. N berarti Nama, setelah guru menemukan masalah dan mencari solusinya, maka guru sudah bisa memberi nama atau judul PTK. G berarti Gunakan metode ilmiah, dalam pembuatan KTI, guru harus mengikuti kaedah penulisan yang disebut metode ilmiah. J artinya Jalankan penelitian, guru meneliti berdasarkan masalah dan solusi yang ditawarkan, penelitian dilakukan antara 3-6 bulan.

"Yang terakhir O, yaitu Olah laporan, setelah menulis menggunakan metode ilmiah dan menjalankan penelitian maka guru dibimbing membuat laporannya, yang sering disebut dengan laporan PTK," jelasnya.

Ternyata metode KANGJO yang diciptakan pria lulusan Jurusan Fisika IKIP Yogyakarta tahun 1989 ini tidak selalu berhasil diterapkan oleh semua guru yang membuat KTI. Bahkan dia beberapa kali gagal menerapkan metode ini narasumber penulisan KTI.

"Kemudian saya cari akar masalahnya, dan ternyata metode KANGJO hanya bisa diterapkan di kelompok kerja guru MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Kalau yang sifatnya umum, mulai dari guru TK, SD dan SMP, ternyata banyak sekali yg belum paham sama sekali tentang KTI, lalu saya pilah-pilah kemampuan peserta diklat, sehingga dua tahun berikutnya saya ciptakan metode BATU AKIK," ungkap Jumakir.

Menurutnya, B berarti Baca, pada tahapan ini peserta diklat dibagikan fotokopi halaman judul suatu PTK yang sudah jadi. A berarti Amati, pada tahap ini peserta diminta mengamati satu persatu tulisan yang ada. T berarti Tulis, pada tahap ini peserta diminta menuliskan judul mengikuti judul PTK yg sudah benar, yang disesuaikan dengan keadaan sekolah masing-masing. U berarti Ulas, peserta diminta mengulas atau membahas apa yang ditulis.

Sedangkan A berarti Analisis, apa yang telah ditulis dianalisa bersama satu per satu, apakah sudah sesuai kaedah, sesuai keadaan dan sesuai solusi dengan keadaan siswa masing-masing. K berarti Konsultasikan, setiap peserta mengkonsultasikan judul PTK dan keberlanjutannya untuk dapat diteliti, karena meskipun judul sudah benar, jika tidak sesuai dengan keadaan, kemampuan sarana dan teori penyelesaiaan maka judul PTK harus diganti. I berarti Ikuti metode ilmiah, dalam penulisan peserta harus selalu berpegang pada metode ilmiah dan harus asli, perlu, ilmiah dan konsisten (APIK).

"Yang terakhir K berarti Kerjakan, jika judul sudah oke, solusi yang ditawarkan juga oke, permasalahan yg timbul adalah nyata, maka boleh dilakukan penelitian, dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi," jelasnya.

Jumakir yang mengabdi sebagai guru SMP selama 20 tahun sebelum menjadi pengawas SMP, mengaku senang karena dari hasil pembinaan atau pelatihan dengan metode KANGJO dan BATU AKIK, dapat membantu guru menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah keilmiahan.

Sebagai bentuk komitmennya pada dunia pendidikan, dia juga mengelola blog kangjo.net yang berisi informasi tentang dunia pendidikan dan pariwisata.

"Mudah-mudahan metode yang saya ciptakan dapat memudahkan rekan-rekan guru dan meningkatkan kualitas pendidik untuk membangun sumber daya manusia di Barito Timur," harapnya. (BOLE MALO/B-11)

Artikel ini telah tanyang di https://www.borneonews.co.id/ dengan judul: mudahkan-guru-membuat-karya-tulis-pengawas-ini-ciptakan-metode-kangjo-dan-batu-akik, pada tanggal 23 April 2021

SUMBER: https://www.borneonews.co.id/berita/214803-mudahkan-guru-membuat-karya-tulis-pengawas-ini-ciptakan-metode-kangjo-dan-batu-akik




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment