Pembelajaran Paradigma Baru
Paradigma Baru

By JUMAKIR, S Pd., MM 22 Jun 2022, 20:34:12 WIB Nasional
Pembelajaran Paradigma Baru

Gambar : dok.google


Pembelajaran Paradigma Baru

KANGJO.NET, Kelua. Berdasarkan Informasi yang terdapat di Aplikasi Merdeka Mengajar, bahwa Pemeblajaran Paradigma Baru meliputi 3 aspek, yaitu: 

1.Pengajaran Sesuai dengan Tingkat Kemampuan

2.Kerangka Kurikulum

3.Struktur Kurikulum Merdeka

Pengajaran Sesuai dengan Tingkat Kemampuan

Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan adalah pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan mereka, bukan pada pada tingkatan kelas.

Apa tujuan pengajaran ini?

  • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hajar Dewantara yang berpusat pada peserta didik
  • Peserta didik lebih kuat kemampuan numerasi dan literasinya
  • Pengetahuan pada tiap mata pelajaran peserta didik juga lebih kuat

Bagaimana pengelompokan peserta didik?

Peserta didik dikelompokkan berdasarkan fase perkembangan.

Apa itu fase perkembangan?

Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Setiap proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan peserta didiknya.

Sekolah Reguler

  • Fase A: SD Kelas 1-2
  • Fase B: SD Kelas 3-4
  • Fase C: SD Kelas 5-6
  • Fase D: SMP Kelas 7-9
  • Fase E: SMA Kelas 10
  • Fase F: SMA Kelas 11-12

Sekolah Luar Biasa

Untuk SLB, capaian pembelajaran memakai acuan usia mental yang ditetapkan melalui asesmen.

  • Fase A: usia mental = 7 tahun
  • Fase B: usia mental +/- 8 tahun
  • Fase C: usia mental +/- 8 tahun
  • Fase D: usia mental +/- 9 tahun
  • Fase E: usia mental +/- 10 tahun
  • Fase F: usia mental +/- 10 tahun

Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, & Usia Kronologis

Fase A

  • Jenjang / Kelas: SD (1-2)
  • Usia Kronologis: kurang dari 6-8 tahun
  • Usia Mental: kurang dari 7 tahun

Fase B

  • Jenjang / Kelas: SD (3-4)
  • Usia Kronologis: 9-10 tahun
  • Usia Mental: +- 8 tahun

Fase C

  • Jenjang / Kelas: SD (5-6)
  • Usia Kronologis: 11-12 tahun
  • Usia Mental: +- 8 tahun

Fase D

  • Jenjang / Kelas: SMP (7-9)
  • Usia Kronologis: 13-15 tahun
  • Usia Mental: +- 9 tahun

Fase E

  • Jenjang / Kelas: SMA (10)
  • Usia Kronologis: 16-17 tahun
  • Usia Mental: +- 10 tahun

Fase F

  • Jenjang / Kelas: SMA (11-12)
  • Usia Kronologis: 17-23 tahun
  • Usia Mental: +- 10 tahun

Bagaimana menentukan kemajuan hasil belajar di metode ini?

Kemajuan hasil belajar peserta didik Anda dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan dari Anda agar tercapai capaian pembelajarannya.

Bagaimana tahapan metode pengajaran ini?

Asesmen Diagnostik

Peserta didik Anda akan melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, tahap pencapaian pembelajaran, dan hal mendasar lainnya.

Perencanaan

  • Pada tahap ini, Anda akan menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
  • Selain itu, Anda akan melakukan pengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan yang sama.

Pembelajaran

  • Selama proses pembelajaran, Anda akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
  • Sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, di akhir proses pembelajaran, Anda akan melakukan asesmen sumatif. Asesmen ini juga akan memudahkan Anda untuk merancang projek berikutnya bagi peserta didik.

Prinsip Dasar

 

Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran paradigma baru, perlu adanya pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Kewenangan Pemerintah Pusat

  1. Struktur kurikulum
  2. Profil Pelajar Pancasila
  3. Capaian pembelajaran
  4. Prinsip pembelajaran dan asesmen

Kewenangan Satuan Pendidikan

  1. Visi, misi, dan tujuan sekolah
  2. Profil pelajar di satuan pendidikan
  3. Kebijakan lokal terkait kurikulum
  4. Proses pembelajaran dan asesmen
  5. Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
  6. Pengembangan perangkat ajar

Struktur Kurikulum Merdeka


Pembaharuan pembelajaran bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah dimulai pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Karena itu, pembelajaran paradigma baru pun disertai dengan penyesuaian kurikulum ke Kurikulum Merdeka. Struktur kurikulum ini didasari tiga hal yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel dan karakter Pancasila.

Selain itu, struktur kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan pun kembali dikuatkan.

Beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:

Struktur Minimum

Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.

Otonomi

Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Sederhana

Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.

Gotong Royong

Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Struktur Per Jenjang

Pembelajaran diatur berdasarkan jenjang, seperti yang sudah diterapkan pada Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan.

Materi Lengkap IKM dapat didownload DISINI!

 

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment