Ketua APSI Barito Timur, Pemateri Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Anggota MGMP PAKAT
APSI Barito Timur

By JUMAKIR, S Pd., MM 26 Mei 2022, 08:12:37 WIB Barito Timur
Ketua APSI Barito Timur, Pemateri Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Anggota MGMP PAKAT

Gambar : dok.pribadi


Ketua APSI Barito Timur, sebagai Pemateri Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Anggota MGMP Agama Katolik

KANGJO.NET. Tamiang Layang. Kegiatan Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi bagi Anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Agama Katolik (MGMP PAKAT) Kabupaten Barito Timur, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur yang dihadiri oleh 30 Guru Pendidikan Agama Katolik SMP, SMA, SMK se-Kabupaten Barito Timur.

Jumakir yang akrab dipanggil Kangjo, sebagai Ketua Asosiasi Pengawas sekolah Indonesia (APSI) kabupaten Barito Timur menjadi salah satu pemateri pada kegiatan tersebut.

Menurut Kangjo, “Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.”

“Berangkat dari semangat tujuan dan fungsi pendidikan nasional itulah, kurikulum pendidikan untuk seluruh jenjang satuan pendidikan harus dikembangkan dan dievaluasi guna perbaikan secara terus menerus.” Lanjut Kangjo.

Paradigma baru dalam pembelajaran diterapkan karena berkenaan dengan program Kementerian Dikbudristek tentang diberlakukannya Kurikulum Merdeka, yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013.

Materi yang disampaikan Kangjo tentang Paradigma Baru dalam Pembelajaran, sebagai berikut.

Ada 5 prinsip pembelajaran paradigma baru. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Yang pertama, pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

 Prinsip kedua, pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

 Ketiga, proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

 Keempat, pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai mitra.

 Dan yang kelima, pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Diharapkan kepada guru peserta Sosialisasi agar guru dapat melakukan perubahan dari cara lama (berpusat pada guru) dalam melaksanakan pembelajaran, menjadi cara baru dalam pembelajaran menggunakan paradigma baru (berpusat pada siswa).

Dalam Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Anggota MGMP Agama Katolik tersebut Kangjo juga menyampaikan tentang cara membuat program tahunan, program semester, pembuatan modul ajar sebagai penganti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Capaian Pembelajaran sebagai pengganti Kompetensi Dasar (KD) dan Kompetensi Inti (KI), asesmen literasi dan numerasi. (kangjo)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment